Sejarah programmable logic

Sebelum ditemukan sistem programmable logic, perancangan elektronika harus menggunakan integrated circuit (IC) khusus, masing-masing berisi beberapa gerbang logik. Chip tersebut disebut logika diskret. Terbatasnya kapasitas gerbang logik yang ada pada satu chip, maka untuk membuat rangkaian yang kompleks harus menggabungkan beberapa chip logik tersebut dalam satu papan, sehingga hal ini menyebabkan tata letak papan lebih rumit dan kinerjanya kurang.

Programmable Logic Array (PLA)

Jenis pertama dari perangkat programmable logic adalah Programmable Logic Array yang dikenalkan pada awal tahun 70-an. PLA adalah chip yang dapat dikonfigurasi sekali yang mengandung gerbang AND dan OR untuk mengimplementasikan fungsi logika sederhana. Perangkat PLA dapat didefinisikan oleh tiga parameter:

  1. Jumlah masukan,
  2. Jumlah gerbang AND (kondisi),
  3. Jumlah gerbang OR (sebagai modul keluarannya).

Diagram sederhana dari PLA dengan 4 masukan, 4 kondisi dan 3 keluaran ditunjukkan sebagaimana berikut:

Gerbang logika yang digunakan tidak berubah konfigurasinya, sedangkan yang berubah hanya matriks penghubungnya yang dapat dikonfigurasi. Matriks penghubung berlaku seperti fuse (sekering).

Variasi arsitektur dari PLA yang hanya merubah (switch) letak gerbang AND dan OR yang dapat dikonfigurasi adalah Programmable Array Logic (PAL).

Complex Programmable Logic Device (CPLD)

Complex Programmable Logic Device (CPLD) merupakan pengembangan dari arsitektur PLA. Chip CPLD meliputi blok logika (macrocell) di tepi chip, dan matriks penghubung yang terletak di bagian tengah. Setiap macrocell memiliki struktur yang mirip dengan PLA, sehingga perangkat CPLD mirip sebagai seperangkat PLA pada satu chip yang dapat dikonfigurasi sambungannya.

CPLD biasanya berbasis Flash, yaitu konfigurasi macrocell dan matriks interkoneksi ditentukan oleh isi dari memori Flash on-chip. Hal ini menandakan bahwa CPLD tidak perlu dikonfigurasi setelah dinyalakan, tidak seperti SRAM berbasis FPGA. Perlu diingat bahwa ada juga FPGA berbasis Flash. Perbedaan utama antara CPLD dan FPGA bukan pada konfigurasi memorinya, melainkan pada arsitektur dasarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s