Digital-to-Analog Converter

Digital-to-analog converter, disingkat DAC atau D-to-A, merupakan piranti untuk mengubah kode digital (biner) menjadi sinyal analog (arus, tegangan atau muatan listrik). DAC mengubah angka presisi tertentu, biasanya fixed-point binary number, menjadi kuantitas fisik konkret, misal tegangan atau tekanan. DAC sering digunakan untuk mengubah finite-precision time series data menjadi continually-varying physical signal.

DAC mengubah angka abstrak menjadi urutan konkret impulse yang kemudian diproses oleh reconstruction filter menggunakan beberapa bentuk interpolasi untuk mengisi data antar impuls. Metode DAC yang lain, misal metode berbasis delta-sigma modulation, menghasilkan pulse-density modulated signal yang kemudian dapat di-filter untuk menghasilkan smoothly-varying signal.

Pada teorema sampling Nyquist–Shannon, data sampel dapat direkonstruksi menghasilkan bandwidth-nya. (misal baseband signal dengan bandwidth kurang dari frekuensi Nyquist). Meskipun menggunakan filter rekonstruksi ideal, digital sampling menghasilkan quantization error yang tidak mungkin membuat rekonstruksi. Peningkatan resolusi digital, misal penambahan jumlah bit yang digunakan dalam setiap sampel, dapat mengurangi error. Biasanya urutan jumlah meng-update tegangan analog pada interval sampling.

Angka ini ditulis dalam DAC, biasanya dengan sinyal clock yang menyebabkan setiap angka ditahan, yang mana waktu tegangan keluaran DAC berubah drastis dari nilai sebelumnya ke nilai yang dihasilkan oleh angka latch. Efek ini adalah tegangan keluaran yang ditahan pada suatu waktu di suatu nilai sampai angka masukan berikutnya ditahan yang dihasilkan dalam konstanta atau keluaran yang berbentuk tangga. Hal ini ekivalen dengan operasi zero-order hold dan mempunyai efek pada tanggapan frekuensi sinyal yang direkonstruksi. Jenis sinyal konstan dari keluaran DAC zero-order (non-interpolating). Faktanya bahwa keluaran DAC praktis mengurutkan nilai konstan atau pulsa persegi panjang yang akan menyebabkan multiple harmonics di atas frekuensi Nyquist. Hal ini biasanya dihilangkan dengan low pass filter sebagai filter rekonstruksi. Bagaimanapun, filter ini maksudnya bahwa ada efek watak dari zero-order yang menahan tanggapan frekeunsi efektif DAC yang dihasilkan dalam mild roll-off dari gain pada frekuensi yang lebih tinggi (seringkali 3.9224 dB hilang saat frekuensi Nyquist) dan tergantug pada filter, distorsi filter. Tidak semua DAC mempunyai tanggap zero order. High-frequency roll-off adalah karakteristik keluaran DAC dan bukan sifat data tersampel.

Wikipedia: filter definition: a porous article or mass (as of paper or sand) through which a gas or liquid is passed to separate out matter in suspension.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s